Makalah tentang bencana tanah longsor

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng dunia yaitu lempeng Eurasia, lempeng Pasifik, dan lempeng Australia yang bergerak saling menumbuk. Akibat tumbukan antara lempeng itu maka terbentuk daerah penunjaman memanjang di sebelah Barat Pulau Sumatera, sebelah Selatan Pulau Jawa hingga ke Bali dan Kepulauan Nusa Tenggara, sebelah Utara Kepulauan Maluku, dan sebelah Utara Papua. Konsekuensi lain dari tumbukan itu maka terbentuk palung samudera, lipatan, punggungan dan patahan di busur kepulauan, sebaran gunung api, dan sebaran sumber gempa bumi. Gunung api yang ada di Indonesia berjumlah 129. Angka itu merupakan 13% dari jumlah gunung api aktif dunia. Dengan demikian Indonesia rawan terhadap bencana letusan gunung api dan gempa bumi. Di beberapa pantai, dengan bentuk pantai sedang hingga curam, jika terjadi gempa bumi dengan sumber berada di dasar laut atau samudera dapat menimbulkan gelombang Tsunami.
Jenis tanah pelapukan yang sering dijumpai di Indonesia adalah hasil letusan gunung api. Tanah ini memiliki komposisi sebagian besar lempung dengan sedikit pasir dan bersifat subur. Tanah pelapukan yang berada di atas batuan kedap air pada perbukitan/punggungan dengan kemiringan sedang hingga terjal berpotensi mengakibatkan tanah longsor pada musim hujan dengan curah hujan berkuantitas tinggi. Jika perbukitan tersebut tidak ada tanaman keras berakar kuat dan dalam, maka kawasan tersebut rawan bencana tanah longsor.
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang permasalahan di atas maka kami merumuskan masalah yang perlu ditanggulangi sebagai berikut :
1) Faktor apa saja yang menyebabkan bencana tanah longsor ?
2) Bagaimana upaya yang bisa dilakukan untuk menghindari terjadinya bencana tanah longsor ?
BAB II
PEMBAHASAN


A. Pengertian Tanah Longsor
Tanah longsor atau dalam bahasa Inggris disebut Landslide, adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, bergerak ke bawah atau keluar lereng. Proses terjadinya tanah longsor dapat diterangkan sebagai berikut: air yang meresap ke dalam tanah akan menambah bobot tanah. Jika air tersebut menembus sampai tanah kedap air yang berperan sebagai bidang gelincir, maka tanah menjadi licin dan tanah pelapukan di atasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng.

B. Jenis-jenis Tanah Longsor
Ada 6 jenis tanah longsor, yakni: longsoran translasi, longsoran rotasi, pergerakan blok, runtuhan batu, rayapan tanah, dan aliran bahan rombakan. Jenis longsoran translasi dan rotasi paling banyak terjadi di Indonesia. Sedangkan longsoran yang paling banyak memakan korban jiwa manusia adalah aliran bahan rombakan.
1. Longsoran Translasi
Longsoran translasi adalah ber-geraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk rata atau menggelombang landai.

2. Longsoran Rotasi
Longsoran rotasi adalah bergerak-nya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk cekung.

3. Pergerakan Blok
Pergerakan blok adalah perpindahan batuan yang bergerak pada bidang gelincir berbentuk rata. Longsoran ini disebut juga longsoran translasi blok batu.
4. Runtuhan Batu
Runtuhan batu terjadi ketika sejum-lah besar batuan atau material lain bergerak ke bawah dengan cara jatuh bebas. Umumnya terjadi pada lereng yang terjal hingga meng-gantung terutama di daerah pantai. Batu-batu besar yang jatuh dapat menyebabkan kerusakan yang parah.

5. Rayapan Tanah
Rayapan Tanah adalah jenis tanah longsor yang bergerak lambat. Jenis tanahnya berupa butiran kasar dan halus. Jenis tanah longsor ini hampir tidak dapat dikenali. Setelah waktu yang cukup lama longsor jenis rayapan ini bisa menyebabkan tiang-tiang telepon, pohon, atau rumah miring ke bawah.

6. Aliran Bahan Rombakan
Jenis tanah longsor ini terjadi ketika massa tanah bergerak didorong oleh air. Kecepatan aliran tergantung pada kemiringan lereng, volume dan tekanan air, dan jenis materialnya. Gerakannya terjadi di sepanjang lembah dan mampu mencapai ratusan meter jauhnya. Di beberapa tempat bisa sampai ribuan meter seperti di daerah aliran sungai di sekitar gunung api. Aliran tanah ini dapat menelan korban cukup banyak.

C. Gejala Umum Tanah Longsor
Gejala-gejala umum yang biasanya timbul sebelum terjadinya bencana tanah longsor adalah :
Munculnya retakan-retakan di lereng yang sejajar dengan arah tebing.
Biasanya terjadi setelah hujan.
Munculnya mata air baru secara tiba-tiba.
Tebing rapuh dan kerikil mulai berjatuhan.



D. Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Tanah Longsor
Pada prinsipnya tanah longsor terjadi bila gaya pendorong pada lereng lebih besar daripada gaya penahan. Gaya penahan umumnya dipengaruhi oleh kekuatan batuan dan kepadatan tanah. Sedangkan gaya pendorong dipengaruhi oleh besarnya sudut lereng, air, beban serta berat jenis tanah batuan.
1. Hujan
Ancaman tanah longsor biasanya dimulai pada bulan November karena meningkatnya intensitas curah hujan. Musim kering yang panjang akan menyebabkan terjadinya penguapan air di permukaan tanah dalam jumlah besar. Hal itu mengakibatkan munculnya pori-pori atau rongga tanah hingga terjadi retakan dan merekahnya tanah permukaan.
Ketika hujan, air akan menyusup ke bagian yang retak sehingga tanah dengan cepat mengembang kembali. Pada awal musim hujan, intensitas hujan yang tinggi biasanya sering terjadi, sehingga kandungan air pada tanah menjadi jenuh dalam waktu singkat.
Hujan lebat pada awal musim dapat menimbulkan longsor, karena melalui tanah yang merekah air akan masuk dan terakumulasi di bagian dasar lereng, sehingga menimbulkan gerakan lateral. Bila ada pepohonan di permukaannya, tanah longsor dapat dicegah karena air akan diserap oleh tumbuhan. Akar tumbuhan juga akan berfungsi mengikat tanah.

2. Lereng terjal
Lereng atau tebing yang terjal akan memperbesar gaya pendorong. Lereng yang terjal terbentuk karena pengikisan air sungai, mata air, air laut, dan angin. Kebanyakan sudut lereng yang menyebabkan longsor adalah 180 apabila ujung lerengnya terjal dan bidang longsorannya mendatar.

3. Tanah yang kurang padat dan tebal
Jenis tanah yang kurang padat adalah tanah lempung atau tanah liat dengan ketebalan lebih dari 2,5 m dan sudut lereng lebih dari 220. Tanah jenis ini memiliki potensi untuk terjadinya tanah longsor terutama bila terjadi hujan. Selain itu tanah ini sangat rentan terhadap pergerakan tanah karena menjadi lembek terkena air dan pecah ketika hawa terlalu panas.

4. Batuan yang kurang kuat
Batuan endapan gunung api dan batuan sedimen berukuran pasir dan campuran antara kerikil, pasir, dan lempung umumnya kurang kuat. Batuan tersebut akan mudah menjadi tanah bila mengalami proses pelapukan dan umumnya rentan terhadap tanah longsor bila terdapat pada lereng yang terjal.

5. Jenis tata lahan
Tanah longsor banyak terjadi di daerah tata lahan persawahan, perladangan, dan adanya genangan air di lereng yang terjal. Pada lahan persawahan akarnya kurang kuat untuk mengikat butir tanah dan membuat tanah menjadi lembek dan jenuh dengan air sehingga mudah terjadi longsor. Sedangkan untuk daerah perladangan penyebabnya adalah karena akar pohonnya tidak dapat menembus bidang longsoran yang dalam dan umumnya terjadi di daerah longsoran lama.

6. Getaran
Getaran yang terjadi biasanya diakibatkan oleh gempabumi, ledakan, getaran mesin, dan getaran lalulintas kendaraan. Akibat yang ditimbulkannya adalah tanah, badan jalan, lantai, dan dinding rumah menjadi retak.

7. Susut muka air danau atau bendungan
Akibat susutnya muka air yang cepat di danau maka gaya penahan lereng menjadi hilang, dengan sudut kemiringan waduk 220 mudah terjadi longsoran dan penurunan tanah yang biasanya diikuti oleh retakan.


8. Adanya beban tambahan
Adanya beban tambahan seperti beban bangunan pada lereng, dan kendaraan akan memperbesar gaya pendorong terjadinya longsor, terutama di sekitar tikungan jalan pada daerah lembah. Akibatnya adalah sering terjadinya penurunan tanah dan retakan yang arahnya ke arah lembah.

9. Pengikisan/erosi
Pengikisan banyak dilakukan oleh air sungai ke arah tebing. Selain itu akibat penggundulan hutan di sekitar tikungan sungai, tebing akan menjadi terjal.

10. Adanya material timbunan pada tebing
Untuk mengembangkan dan memperluas lahan pemukiman umumnya dilakukan pemotongan tebing dan penimbunan lembah. Tanah timbunan pada lembah tersebut belum terpadatkan sempurna seperti tanah asli yang berada di bawahnya. Sehingga apabila hujan akan terjadi penurunan tanah yang kemudian diikuti dengan retakan tanah.

11. Bekas longsoran lama
Longsoran lama umumnya terjadi selama dan setelah terjadi pengendapan material gunung api pada lereng yang relatif terjal atau pada saat atau sesudah terjadi patahan kulit bumi. Bekas longsoran lama memilki ciri :
Adanya tebing terjal yang panjang melengkung membentuk tapal kuda.
Umumnya dijumpai mata air, pepohonan yang relatif tebal karena tanahnya gembur dan subur.
Daerah badan longsor bagian atas umumnya relatif landai.
Dijumpai longsoran kecil terutama pada tebing lembah.
Dijumpai tebing-tebing relatif terjal yang merupakan bekas longsoran kecil pada longsoran lama.
Dijumpai alur lembah dan pada tebingnya dijumpai retakan dan longsoran kecil.
Longsoran lama ini cukup luas.

12. Adanya bidang diskontinuitas (bidang tidak sinambung)
Bidang tidak sinambung ini memiliki ciri:
Bidang perlapisan batuan
Bidang kontak antara tanah penutup dengan batuan dasar
Bidang kontak antara batuan yang retak-retak dengan batuan yang kuat.
Bidang kontak antara batuan yang dapat melewatkan air dengan batuan yang tidak melewatkan air (kedap air).
Bidang kontak antara tanah yang lembek dengan tanah yang padat.
Bidang-bidang tersebut merupakan bidang lemah dan dapat berfungsi sebagai bidang luncuran tanah longsor. 

13. Penggundulan hutan
Tanah longsor umumnya banyak terjadi di daerah yang relatif gundul dimana pengikatan air tanah sangat kurang. 

14. Daerah pembuangan sampah
Penggunaan lapisan tanah yang rendah untuk pembuangan sampah dalam jumlah banyak dapat mengakibatkan tanah longsor apalagi ditambah dengan guyuran hujan, seperti yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir Sampah Leuwigajah di Cimahi. Bencana ini menyebabkan sekitar 120 orang lebih meninggal.

E. Wilayah Rawan Tanah Longsor
Setidaknya terdapat 918 lokasi rawan longsor di Indonesia. Setiap tahunnya kerugian yang ditanggung akibat bencana tanah longsor sekitar Rp 800 miliar, sedangkan jiwa yang terancam sekitar 1 juta.


Daerah yang memiliki rawan longsor :
Jawa Tengah 327 Lokasi
Jawa Barat 276 Lokasi
Sumatera Barat 100 Lokasi
Sumatera Utara 53 Lokasi
Yogyakarta 30 Lokasi
Kalimantan Barat 23 Lokasi
Sisanya tersebar di NTT, Riau, Kalimantan Timur, Bali, dan Jawa Timur.

F. Tahapan Mitigasi Bencana Tanah Longsor
1) Pemetaan
Menyajikan informasi visual tentang tingkat kerawanan bencana alam geologi di suatu wilayah, sebagai masukan kepada masyarakat dan atau pemerintah kabupaten/kota dan provinsi sebagai data dasar untuk melakukan pembangunan wilayah agar terhindar dari bencana.
2) Penyelidikan
Mempelajari penyebab dan dampak dari suatu bencana sehingga dapat digunakan dalam perencanaan penanggulangan bencana dan rencana pengembangan wilayah.
3) Pemeriksaan
Melakukan penyelidikan pada saat dan setelah terjadi bencana, sehingga dapat diketahui penyebab dan cara penanggulangannya.
4) Pemantauan
Pemantauan dilakukan di daerah rawan bencana, pada daerah strategis secara ekonomi dan jasa, agar diketahui secara dini tingkat bahaya, oleh pengguna dan masyarakat yang bertempat tinggal di daerah tersebut.
5) Sosialisasi
Memberikan pemahaman kepada Pemerintah Provinsi /Kabupaten /Kota atau Masyarakat umum, tentang bencana alam tanah longsor dan akibat yang ditimbulkannnya. Sosialisasi dilakukan dengan berbagai cara antara lain, mengirimkan poster, booklet, dan leaflet atau dapat juga secara langsung kepada masyarakat dan aparat pemerintah
6) Pemeriksaan bencana longsor
Bertujuan mempelajari penyebab, proses terjadinya, kondisi bencana dan tata cara penanggulangan bencana di suatu daerah yang terlanda bencana tanah longsor.

G. Tindakan Yang Bisa Dilakukan Selama dan Sesudah Tanah Longsor
1) Tanggap Darurat
Yang harus dilakukan dalam tahap tanggap darurat adalah penyelamatan dan pertolongan korban secepatnya supaya korban tidak bertambah. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain:
Kondisi medan
Kondisi bencana
Peralatan
Informasi bencana
2) Rehabilitasi
Upaya pemulihan korban dan prasarananya, meliputi kondisi sosial, ekonomi, dan sarana transportasi. Selain itu dikaji juga perkembangan tanah longsor dan teknik pengendaliannya supaya tanah longsor tidak berkembang dan penentuan relokasi korban tanah longsor bila tanah longsor sulit dikendalikan.
3) Rekonstruksi
Penguatan bangunan-bangunan infrastruktur di daerah rawan longsor tidak menjadi pertimbangan utama untuk mitigasi kerusakan yang disebabkan oleh tanah longsor, karena kerentanan untuk bangunan-bangunan yang dibangun pada jalur tanah longsor hampir 100%.




BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, bergerak ke bawah atau keluar lereng. Proses terjadinya tanah longsor adalah air yang meresap ke dalam tanah akan menambah bobot tanah. Jika air tersebut menembus sampai tanah kedap air yang berperan sebagai bidang gelincir, maka tanah menjadi licin dan tanah pelapukan di atasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng.

B. Saran
Ada beberapa tindakan perlindungan dan perbaikan yang bisa ditambah untuk tempat-tempat hunian, antara lain:
Perbaikan drainase tanah (menambah materi-materi yang bisa menyerap).
Modifikasi lereng (pengurangan sudut lereng sebelum pembangunan).
Vegetasi kembali lereng-lereng.
Beton-beton yang menahan tembok mungkin bisa menstabilkan lokasi hunian.
Selain itu ada hal-hal yang harus diketahui untuk menghindari bencana tanah longsor adalah :
Jangan mencetak sawah dan membuat kolam pada lereng bagian atas di dekat pemukiman
Buatlah terasering (sengkedan) [ada lereng yang terjal bila membangun permukiman
Segera menutup retakan tanah dan dipadatkan agar air tidak masuk ke dalam tanah melalui retakan.
Jangan melakukan penggalian di bawah lereng terjal
Dan sebagainya


DAFTAR PUSTAKA


a. Wikipedia. 2007. Tanah Longsor. http://id.wikipedia.org/wiki/tanah_longsor. diakses Maret 2008.
b. Bachri, Moch. 2006. Geologi Lingkungan. Malang : CV. Aksara.
c. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. 2005. Pengenalan Gerakan Tanah. Jakarta : Mancamedia.

Contoh drama yang memakai bahasa sunda

Conto Naskah Drama Bahasa Sunda 8 Urang  
Judul Drama     :     KALEUNGITAN DOMPET
Pamaén    :
Dhea Syifa Shafira     =     Murid
Dwimata Tesa Artika     =     Murid
Kezia Grace Monica     =     Murid Anu Judul Drama     :     KALEUNGITAN DOMPET
Pamaén    :
Dhea Syifa Shafira     =     Murid
Dwimata Tesa Artika     =     Murid
Kezia Grace Monica     =     Murid Anu Kaleungitan Dompet
Natasha Aulia Putri     =     Murid
Nurul Safira     =     Murid anu nyokot Dompet
Siti Aisya     =     Murid
Taufik Rahman     =     Wali Kelas
Kresna Dwiky Ramadhana     =     Kapala Sakola

Dhea papanggih jeung bapa wali kelas, Taufik…
Dhea    :     Bapaaakk!
Taufik    :     Iya, nak. Baruk iya nak, lamun manéh tempo Fira, titah manéhna datang ka 
        rohangan bapa yaa.
Dhea    :     baruk, oke pak!
Taufik    :     Oke , makasih nak.

Dhea nepungan Fira…
Dhea    :     Fira Firaa..!
Fira    :     ngapa dhe?
Dhea    :     Manéh digeroan pak Taufik di rohanganana tuh, ayeuna enya!
Fira    :     baruk, enya deh , dhe. Makasih enya.
Dhea    :     enya, pada-pada.

Fira ka rohang wali kelas…
Fira    :     Permiisii, pak!!
Taufik    :     Baruk, Fira. Asup..
Bapa daék nanya.
Fira    :     Tanya apaan, pak?
Taufik    :    Fira, manéh tacan mayar duit SPP salila 3 bulan! Kumaha ieu?
Fira    :     iya, pak. Sagancangna baris kuring bayar bet.
Taufik    :     mangga. Kapala sakola méré wayah saminggu pikeun manéh melunasi SPP éta!
Fira    :     Lamun henteu, pak?
Taufik    :     ih manéh ieu! kapala sakola baris ngagero anjeun sarta meureun manéh baris 
        dikaluarkeun ti sakola ieu!
Fira    :    Waduh, enya deh, pak..

Saminggu saterusna…
Fira    :    duh, kumaha yeuh? Udah saminggu.. Duit SPP tacan dibayar. Mana ayah tacan 
        gajian deui..

Sawaktu Tesa, Kezia & Siti leumpang nuju Kantin, tanpa disadari dompet ti Pésak Fira terjatuh…
Fira    :    Kezia….. hmm…gimana lamun kuring paké duit ieu waé pikeun bayar SPP kuring? 
        Lagian pan Kezia teu tau..
        ah, kuring paké waé deh..
Tasha menghampiri Fira…
Tasha    :     Hai Fira..!!
Fira    :     Baruk, Halo sha. Manéh ieu nyieun reuwas waé!
Tasha    :     Hahaha..
        Sorry dech..
Fira    :     iya iya, ga naon naon..
Tasha    :     éh, daék kamana?
Fira    :     Teu tau tuh, kuring deui bingung, sha..
Tasha    :     Baruk, ka kantin yuk? Lamun teu, kuring duluan ka kantin enya..
        udah laper yeuh.. daah..
Fira    :     daah, sha..

Tuluy Dhea datang…
Dhea    :    Hai fir, Urang ka kantin, yuk?
Fira    :    hmm.. yuk lah. Pareng kuring deui lapar. Kajeun kuring traktir deh! (bari 
        némbongkeun dompet)
Dhea    :    Oke deh. Thank’s enya! (bari berfikir dompet anu dicekel Fira nyaéta dompet 
        Kezia)
Fira    :    oke, yukk!
Kezia dkk di kantin…

Kezia    :    éh enya ampun dompet kuring leungit!
Tesa    :    anu bener , kez?
Kezia    :    Iya, beneran!
Siti    :    meureun dompetmu murag di jalan tadi..
        hmm.. ntar urang bantu nyariin bet!
Kezia    :     oke deh, makasih enya!
Tesa    :    enya udah, ayeuna kajeun kami traktir, deh!
Siti    :     Iya..
Kezia    :    Uh, maranéh alus pisan da..
        Makasih!
Tesa & Siti    :    Ok, kez!

Tasha papanggih Fira…
Tasha    :    Lho Fira, lainna anu manéh pegang éta dompet Kezia?
Fira    :    éh sstt.. iya, Sha.. tapi diem waé enya, kuring ogé kapaksa nyokot.
Tasha    :    Memangnya naha?
Fira    :    Kuring ga boga duit pikeun bayar SPP. Lamun poé ieu kuring tacan bayar ogé, 
        kuring bisa dikeluarin ti sakola.
Tasha    :    baruk, enya ampun Fir! Leuwih hadé manéh kembaliin lah tu dompet.
Fira    :     Tapi… Tapi kuring sieun, sha..
Tasha    :     éh, sorry enya fir. Kuring kudu ka perpus tiheula..
Fira    :     heh, enya deh sha..

Kezia papanggih Fira …
Kezia    :    éh Fira, manéh aya teu ngeliat dompet kuring?
Fira    :    eee.. eeemm,, teu aya tuh, kez. (kalayan gugup)
Kezia    :    baruk, enya udah deh. Lamun manéh ngeliat ngomong kuring enya.
Fira    :    iya kez.
Kezia    :    oke thank’s.

Waktu papanggih di jalan…
Taufik    :    Baruk enya Fira! Dieu , nak!
Fira    :    aya naon, pak?
Taufik    :    Geus manéh bayar duit SPP?
Fira    :    baruk iya pak, ieu kuring daék bayar.
Taufik    :    éh, manéh digeroan kapala sakola di rohanganana, ayeuna!
Fira    :    hmm,OK pak.

Tesa papanggih Fira…
Tesa    :    Hai, Firaa!
Fira    :     Baruk, Hai Tes. Ti mana?
Tesa    :     Kuring ti kantin, Fir.
Fira    :     Ooo..
Ayeuna daék kamana?
Tesa    :     Éta lho, kuring daék ngebantu Kezia nyariin dompetnya.
Fira    :     emm,, mmemang dompet Kezia ilang , enya?
Tesa    :     Iya, jigana da murag di jalan..
Fira    :     Ooh..
Tesa    :     éh, udah tiheula enya, kuring daék ka kelas yeuh..
        lamun liat dompet Kezia ngomong, enya!
Fira    :     Oke, tes!
Siti papanggih Fira…
Siti    :     Hai Fir!
Fira    :     éh, Halo Siti!
Siti    :     Daék Kamana Fir, bet jigana buru-buru pisan, da?
Fira    :     Iya, kuring daék ka rohang Kepsek..
Siti    :     Keur naon Kaditu?
Fira    :     Kuring daék bayar SPP, sit. Udah tiheula yaaa..
Siti    :     baruk enya deh, daah..

Di rohangan Kepsek…
Fira    :    punten, pak.
Kresna    :    enya, mangga asup.
Fira    :    aya naon , pak?
Kresna    :    baruk, manéh Fira? Naon bener manéh murid anu tacan melunasi SPP nepi ka 3 
        bulan?
Fira    :    baruk, iya pak.
Kresna    :    Ayeuna, mana duit SPP manéh, nak?
Fira    :    hmm… ni pak. Geus punah, pan pak? (bari méré duit ti dompet)
Kresna    :    mangga nak. Tulung engké jaga ulah nepi ka telat kawas ieu enya, nak.
Fira    :    enya, pak.
Kresna    :    oke, manéh bisa kaluar ayeuna.
Fira    :     alus, pak.

Dhea nepungan Kezia…
Dhea    :    Keziaa!
Kezia    :    apaan da , dhe?
Dhea    :    Tadi kuring liat Fira megang dompetmu, lho!
Kezia    :    ah, anu bener, dhe? Tadi kuring Tanya manéhna, cenah manéhna teu tau.
Dhea    :    Bener , Kez! Tadi manéhna paké duit di dompet éta pikeun nraktir kuring.
Kezia    :    iih! enya udah, urang sampeurkeun yuk tu anak ayeuna!

Tesa, Siti, Kezia & Dhea menghampiri Fira…
Tesa    :    Éh Fira! Manéh anu udah nyokot dompet Kezia, enya?
Siti    :    iya Fir? Udah deh, jujur waé!
Fira    :    hmmm….
Kezia    :    bener Fir?
Fira    :    tapi ulah ambek, enya?
Kezia    :     tapi naon iya manéh anu nyokot dompet kuring? Lamun iya naha Fir??
Fira    :    Kezia, hampura enya. Sabenerna tadi kuring liat dompetmu murag, terus kuring 
        cokot sarta daék kuring ngomong sarua Manéh, kez. Tapi kuring kainget, lamun 
        poé ieu kuring kudu ngelunasi duit SPP ku , jadi kuring paké duit éta..
Tasha    :    Kezia, maafin waé tuh si Fira! Kasian, manéhna bisa dikeluarin ti sakola lamun poé 
        ieu manéhna teu bayar SPP.
Tesa    :    tapi ulah maok jiga kitu, atuh!
Siti    :    iya, bener tu!
Kezia    :    Enya ampun Fira, naha da manéh kudu maok? Lamun manéh ménta alus-alus, 
        meureun kuring bisa ngebantu manéh.
Fira    :    Sakali deui kuring ménta hampura enya, Kez. Kuring pasini baris ganti duit mu, 
        kez..
Kezia    :    enya deh Fir, kuring maafin. Duitna ga perlu digantian ga naon naon bet. Tapi 
        manéh pasini enya, teu baris maok jiga kitu deui!
Fira    :    enya, Kez. Kuring pasini, Makasiih enya , Kez!
Kezia    :    Oke, Fir!
Tasha    :    Tah, kitu atuh!
Tesa    :    Éh, udah asup tuh!
Siti    :    iya!
Dhea    :    Urang ka kelas yukk!
Together    :    ayukk!! Hahahaa....

Natasha Aulia Putri     =     Murid
Nurul Safira     =     Murid anu nyokot Dompet
Siti Aisya     =     Murid
Taufik Rahman     =     Wali Kelas
Kresna Dwiky Ramadhana     =     Kapala Sakola

Dhea papanggih jeung bapa wali kelas, Taufik…
Dhea    :     Bapaaakk!
Taufik    :     Iya, nak. Baruk iya nak, lamun manéh tempo Fira, titah manéhna datang ka 
        rohangan bapa yaa.
Dhea    :     baruk, oke pak!
Taufik    :     Oke , makasih nak.

Dhea nepungan Fira…
Dhea    :     Fira Firaa..!
Fira    :     ngapa dhe?
Dhea    :     Manéh digeroan pak Taufik di rohanganana tuh, ayeuna enya!
Fira    :     baruk, enya deh , dhe. Makasih enya.
Dhea    :     enya, pada-pada.

Fira ka rohang wali kelas…
Fira    :     Permiisii, pak!!
Taufik    :     Baruk, Fira. Asup..
Bapa daék nanya.
Fira    :     Tanya apaan, pak?
Taufik    :    Fira, manéh tacan mayar duit SPP salila 3 bulan! Kumaha ieu?
Fira    :     iya, pak. Sagancangna baris kuring bayar bet.
Taufik    :     mangga. Kapala sakola méré wayah saminggu pikeun manéh melunasi SPP éta!
Fira    :     Lamun henteu, pak?
Taufik    :     ih manéh ieu! kapala sakola baris ngagero anjeun sarta meureun manéh baris 
        dikaluarkeun ti sakola ieu!
Fira    :    Waduh, enya deh, pak..

Saminggu saterusna…
Fira    :    duh, kumaha yeuh? Udah saminggu.. Duit SPP tacan dibayar. Mana ayah tacan 
        gajian deui..

Sawaktu Tesa, Kezia & Siti leumpang nuju Kantin, tanpa disadari dompet ti Pésak Fira terjatuh…
Fira    :    Kezia….. hmm…gimana lamun kuring paké duit ieu waé pikeun bayar SPP kuring? 
        Lagian pan Kezia teu tau..
        ah, kuring paké waé deh..
Tasha menghampiri Fira…
Tasha    :     Hai Fira..!!
Fira    :     Baruk, Halo sha. Manéh ieu nyieun reuwas waé!
Tasha    :     Hahaha..
        Sorry dech..
Fira    :     iya iya, ga naon naon..
Tasha    :     éh, daék kamana?
Fira    :     Teu tau tuh, kuring deui bingung, sha..
Tasha    :     Baruk, ka kantin yuk? Lamun teu, kuring duluan ka kantin enya..
        udah laper yeuh.. daah..
Fira    :     daah, sha..

Tuluy Dhea datang…
Dhea    :    Hai fir, Urang ka kantin, yuk?
Fira    :    hmm.. yuk lah. Pareng kuring deui lapar. Kajeun kuring traktir deh! (bari 
        némbongkeun dompet)
Dhea    :    Oke deh. Thank’s enya! (bari berfikir dompet anu dicekel Fira nyaéta dompet 
        Kezia)
Fira    :    oke, yukk!
Kezia dkk di kantin…

Kezia    :    éh enya ampun dompet kuring leungit!
Tesa    :    anu bener , kez?
Kezia    :    Iya, beneran!
Siti    :    meureun dompetmu murag di jalan tadi..
        hmm.. ntar urang bantu nyariin bet!
Kezia    :     oke deh, makasih enya!
Tesa    :    enya udah, ayeuna kajeun kami traktir, deh!
Siti    :     Iya..
Kezia    :    Uh, maranéh alus pisan da..
        Makasih!
Tesa & Siti    :    Ok, kez!

Tasha papanggih Fira…
Tasha    :    Lho Fira, lainna anu manéh pegang éta dompet Kezia?
Fira    :    éh sstt.. iya, Sha.. tapi diem waé enya, kuring ogé kapaksa nyokot.
Tasha    :    Memangnya naha?
Fira    :    Kuring ga boga duit pikeun bayar SPP. Lamun poé ieu kuring tacan bayar ogé, 
        kuring bisa dikeluarin ti sakola.
Tasha    :    baruk, enya ampun Fir! Leuwih hadé manéh kembaliin lah tu dompet.
Fira    :     Tapi… Tapi kuring sieun, sha..
Tasha    :     éh, sorry enya fir. Kuring kudu ka perpus tiheula..
Fira    :     heh, enya deh sha..

Kezia papanggih Fira …
Kezia    :    éh Fira, manéh aya teu ngeliat dompet kuring?
Fira    :    eee.. eeemm,, teu aya tuh, kez. (kalayan gugup)
Kezia    :    baruk, enya udah deh. Lamun manéh ngeliat ngomong kuring enya.
Fira    :    iya kez.
Kezia    :    oke thank’s.

Waktu papanggih di jalan…
Taufik    :    Baruk enya Fira! Dieu , nak!
Fira    :    aya naon, pak?
Taufik    :    Geus manéh bayar duit SPP?
Fira    :    baruk iya pak, ieu kuring daék bayar.
Taufik    :    éh, manéh digeroan kapala sakola di rohanganana, ayeuna!
Fira    :    hmm,OK pak.

Tesa papanggih Fira…
Tesa    :    Hai, Firaa!
Fira    :     Baruk, Hai Tes. Ti mana?
Tesa    :     Kuring ti kantin, Fir.
Fira    :     Ooo..
Ayeuna daék kamana?
Tesa    :     Éta lho, kuring daék ngebantu Kezia nyariin dompetnya.
Fira    :     emm,, mmemang dompet Kezia ilang , enya?
Tesa    :     Iya, jigana da murag di jalan..
Fira    :     Ooh..
Tesa    :     éh, udah tiheula enya, kuring daék ka kelas yeuh..
        lamun liat dompet Kezia ngomong, enya!
Fira    :     Oke, tes!
Siti papanggih Fira…
Siti    :     Hai Fir!
Fira    :     éh, Halo Siti!
Siti    :     Daék Kamana Fir, bet jigana buru-buru pisan, da?
Fira    :     Iya, kuring daék ka rohang Kepsek..
Siti    :     Keur naon Kaditu?
Fira    :     Kuring daék bayar SPP, sit. Udah tiheula yaaa..
Siti    :     baruk enya deh, daah..

Di rohangan Kepsek…
Fira    :    punten, pak.
Kresna    :    enya, mangga asup.
Fira    :    aya naon , pak?
Kresna    :    baruk, manéh Fira? Naon bener manéh murid anu tacan melunasi SPP nepi ka 3 
        bulan?
Fira    :    baruk, iya pak.
Kresna    :    Ayeuna, mana duit SPP manéh, nak?
Fira    :    hmm… ni pak. Geus punah, pan pak? (bari méré duit ti dompet)
Kresna    :    mangga nak. Tulung engké jaga ulah nepi ka telat kawas ieu enya, nak.
Fira    :    enya, pak.
Kresna    :    oke, manéh bisa kaluar ayeuna.
Fira    :     alus, pak.

Dhea nepungan Kezia…
Dhea    :    Keziaa!
Kezia    :    apaan da , dhe?
Dhea    :    Tadi kuring liat Fira megang dompetmu, lho!
Kezia    :    ah, anu bener, dhe? Tadi kuring Tanya manéhna, cenah manéhna teu tau.
Dhea    :    Bener , Kez! Tadi manéhna paké duit di dompet éta pikeun nraktir kuring.
Kezia    :    iih! enya udah, urang sampeurkeun yuk tu anak ayeuna!

Tesa, Siti, Kezia & Dhea menghampiri Fira…
Tesa    :    Éh Fira! Manéh anu udah nyokot dompet Kezia, enya?
Siti    :    iya Fir? Udah deh, jujur waé!
Fira    :    hmmm….
Kezia    :    bener Fir?
Fira    :    tapi ulah ambek, enya?
Kezia    :     tapi naon iya manéh anu nyokot dompet kuring? Lamun iya naha Fir??
Fira    :    Kezia, hampura enya. Sabenerna tadi kuring liat dompetmu murag, terus kuring 
        cokot sarta daék kuring ngomong sarua Manéh, kez. Tapi kuring kainget, lamun 
        poé ieu kuring kudu ngelunasi duit SPP ku , jadi kuring paké duit éta..
Tasha    :    Kezia, maafin waé tuh si Fira! Kasian, manéhna bisa dikeluarin ti sakola lamun poé 
        ieu manéhna teu bayar SPP.
Tesa    :    tapi ulah maok jiga kitu, atuh!
Siti    :    iya, bener tu!
Kezia    :    Enya ampun Fira, naha da manéh kudu maok? Lamun manéh ménta alus-alus, 
        meureun kuring bisa ngebantu manéh.
Fira    :    Sakali deui kuring ménta hampura enya, Kez. Kuring pasini baris ganti duit mu, 
        kez..
Kezia    :    enya deh Fir, kuring maafin. Duitna ga perlu digantian ga naon naon bet. Tapi 
        manéh pasini enya, teu baris maok jiga kitu deui!
Fira    :    enya, Kez. Kuring pasini, Makasiih enya , Kez!
Kezia    :    Oke, Fir!
Tasha    :    Tah, kitu atuh!
Tesa    :    Éh, udah asup tuh!
Siti    :    iya!
Dhea    :    Urang ka kelas yukk!
Together    :    ayukk!! Hahahaa....

Drama komedi lucu dalam bahasa sunda

‘’KABAYAN JANTEN BOYBAND’’

      Lima taun baheula Kabayan jeung Iteung meunang pagawean anu resikona kedah misahkeun manehna duaan.Sateuacan eta,manehna dua’an ngikrarkeun janji satia.
     Geus lima taun teh  Kabayan  balik ka kampung tapina iteung mah henteu,kunaonnya?Kieu caritana

Kabayan  :”Nyokap…!Nyokap…! Kabayan uih!yeuh mawa TV khusus keur          Nyokap.”(Gogorowokan bari lulumpatan)
Ambu           :”Naon ari maneh,Ambu disebat make-up,asal maneh nyahonya Kabayan,kieu-kieu teh Ambu pas keur ngora tara make up-make upan da geus geulis Ambu mah,malah panggeulisna sakampung.”
Kabayan       :’Huuuu,si Ambu mah da mahiwal wae lain make-up ambu,nyokap,hartina teh ema,meuni kitu ge teu apal.”
Ambu           :”Ah maneh mah Kabayan,di kampung siga kieu mah,mana nyaho basa anu kararitu,geuslah maneh istirahat heula,buru hurungkeun TVna,ambu bade nongton Darso.”
Kabayan       :”Heu si Ambu mah ari Kabayan mawa anu dipikareseup Ambu,ngabageuran Kabayan.Geus ah Kabayan bade ka Nyi Iteung heula.”
Ambu           :”Nyi Iteung?Yeuh Nyi Iteung mah can balik ti Jakarta.”
Kabayan       :”Ma’enya Ambu,Nyi Iteung can balik?”
Ambu           :”Bener,Ambu mah tara ngabohong,jig weh sampeurkeun ka imahna aya teu.”
Kabayan       :”Ah nya tos weh,Kabayan rek istirahat heula.”(Asup ka kamar sabari cirambai cai panon)

      Peutingna sobat Kabayan nyaeta Cenang jeung Nanang datang ka imah siKabayan,nu alesana hayang tepang jeung si Kabayan padahal mah ku sabab si Kabayan boga TV anyar,janteun manehna tiasa nonton TV gratis di imah si Kabayan.
Cenang         :”Kabayan..!Kabayan..!.”
Nanang        :”Kabayan…..!”
Ambu           :”Sabar-sabar.”(Sabari mukakeun panto)
Nanang        :”Kabayana aya?”
Ambu           :”Aya sok weh lebet.”
Cenang Nanang:”asik.”(Sabari asup ka imah Kabayan)
Cenang         :”Hey Kabayan,gaya lah ayeuna mah geus jadi juragan,boga TV gede,hayu urang nonton TV.”
Kabayan       :”Ah,urang oge nyaho niat maneh ka dieu,rek milu nonton TV.”
Nanang        :”Ahhhh.Kabayan mah terang wae niat abdi,hihihi..”
Kabayan       :”Geuslah maraneh naronton ditu,urang mah lieur.”
Cenang         :”Eh…eh Kabayan,naha eta teh asa siga….,Iteungnya ?’’(Sabari nunjuk-nunjuk ka TV)
Nanang        :”Mana ? oh enya eta mah si Iteung ,tapi naha beda pisan,beuki geulis geuningan.”
Kabayan       :”Mana? mana? Oh beneur geuningan eta Nyi Iteung,naha ngarana janten Syahlacin?”
Nanang        :”Ah..maneh mah Kabayan,yeuh nya lamun geus jadi artis mah atuh ngarana kudu alus,maenya sok Iteung?Ganti ku anu leuwih keren.”
Cenang         :”Bener tah Kabayan,Iteung tos ganti ngarana mereun.”
Kabayan       :”Oh…he’euh nya bener.Kumaha atuhnya carana supaya urang tiasa nyusul Nyi Iteung?”(Sabari nyepengan tarang)
    Kabayan keur bingung mikiran kumaha carana supaya manehna bias nyusul si Iteung ka Jakarta.Pas tiluannana keur malikir,aya hiji iklan di TV nu sakirana tiasa nulungan maranehna.Iklan naon eta,hayu urang tinggal.
Reporter Risis:”Abdi,reporter Risis,nyaeta reporter Ripuh jeung Eksis.Aranjeun 
                   hoyong jadi artis? Hoyong terkenal di saluruh jagat raya? Hayu urang ngiringan audisi Boyband di Jakarta,di jamin araranjeun pasti terkenal.Hayu enggal-enggal ngiringan.” (Sabari manehna kaluar tina layar TV sareng ngabagikeun formulir ka Kabayan)
Kabayan       :”Wah,kabeneran pisan aya audisi jadi Boyband.Cenang! Nanang! Hayu urang ka Jakarta ambeh tiasa patepang jeung si Nyi Iteung,satuju?”
Nanang        :”Asyik,jadi artis.”
Cenang         :”Heu maneh mah (Sabari ngagetok tarang si Nanang).Demi nulungan sobat, kuring satuju.”
       Isukana Kabayan, Cenang, sareng Nanang teh pamit ka Jakarta .Tos nepi di Jakarta tiluana teh langsung ngadatangan tempat audisi Boyband.Ambu anu teu sabar bade ningali anakna tampil di TV diuk di harepeu TV.
Ambu                :”Aduh,aduh mana si Kabayan teh,ceunah rek audisi naha teu aya-aya? Tah,gening aya oge si Kabayan teh ,Ambu bade ningali ah.” (Sabari ningali TV)
Komentator       :”Sok,perkenalkeun heula saha aranjeun.”
Kabayan            :”Perkenalkeun wasta abdi David.”
Nanang             :”Wasta abdi Kevin.”
Cenang              :(Nyepeng tarang sabari bingung mikirkeun ngaran)”Nami abdi Cecep.”
Kabayan            :”Aduh,maneh mah nya,ngaran urang jeung si Nanang teh geus alus-alus,David jeung Kevin,eh ari maneh cecep.Pamaeh dasar…”(Sabari ngajitak tarang si Cenang)
Cenang              :”Enya atuh kuring teh lieur,anu aya di otak kuring teh ngan ngaran cecep hungkul.”
Nanang             :”Geus welah teu nanaon, nu penting mah urang tiasa ngiluan audisi.”
Cenang              :”Tah,beneur ceuk si Nanang teh.”
Komentator       :”Oke,sok atuh tampilkeun penampilan aranjeun.”
      Pas Kabayan ,Cenang ,jeung Nanang rek nampilkeun bakatna sora Kabaya Ujug-ujug serek. Ambu teh langsung mere jahe ka si Kabayan,si Komentator bingungeun, anjeun sadaya ge pasti bingung, hayu urang tinggal adegana.
Kabayan            :”Uhuk-Uhuk-Uhuk.”
Ambu                :”Jahe jang, jahe,jahe.”
Kabayan            :”Naon Ambu ?”(Sabari kaluar ti layar TV)
Ambu                :”Ieu jahe,jahe sok atuh emam heula jahena.”(Sabari mere jahe ka Kabayan)
Kabayan            :”Enya-Enya abdi emam jahena,nuhunnya Ambu nuhun.”(sabari asup deui ka layar TV)
Ambu                :”Enya sami-sami.”
Cenang              :”Kabayan,buru atuh dahar jahena engke bisi komentatorna ngamuk.”
Komentator       :”Hehh!!! (Sabari nenggeul meja)
Nanang             :”Tuh pan bener ceuk si Cenang.”(Sabari ngaharewos ka ceuli si Kabayan)
Komentator       :”Buru,arek nampilkeun moal,hararese kitu oge.”
Hotts               :”Nuhun bu!!!”(Sabari ngabentuk formasi)
   
       Sanggeus audisina rengse,komentator nangtukeun saha pamenangna.Teu di sangka-sangka Kabayan, Cenang,jeung Nanang teh jantenanu meunang janten Boyband terkenal,anu ngarana Boyband Hotts.Kabayan Akhirna patepang jeung Syahlacin dina hiji acara.
Reporter          :”Kunaon nami anjeun Syahlacin?”
Iteung              :”Kusabab saya alay cin..”
Reporter          :”Kumaha tanggepan anjeun ka Boyband Hotts anu pendatang anyar tapina tiasa naek daun?”
Iteung              ;”OMG menurut abdi mah nya.abdi tiada tandinganana.”
Reporter          :”Anjeun yakin?”
Iteung              :”Insya allahnya abdi mah yakin sesuatu pisan.”
     Ujug-ujug Kabayan jeung sobatna datang tuluy nanya ka Syahlacin.
Kabayan            :”Iteung…Iteung anjeun teh Nyi Iteung pan?”
Iteung              :”Aduh anjeun sahanya abdi mah Syahlacin.”
Nanang             :”Astaghfirulohnya.!’’
Iteung              :”Eh eta mah cirri kahas kuring,tong di turutan.”
Nanang             :”Keun welah.”
Kabayan            :”Iteung…bener ieu mah iteung,ah kang Kabayan mah pasti apal Iteung rek ngagentos ngaran naon ge !”
Iteung              :”Tong sok kenal atuh ieh meuni kampungan pisan!”
Cenang              :”Ari maneh Iteung sombonglah ayeuna mah geus jadi artis teh,nepika kabogoh ge poho.”
Iteung              :”Hey,kamu tong loba omong,Syahlacin teh artis anu kasohor,maenya boga kabogoh siga saha eta Kabayan,geuslah urang rek indit heula ka acara lain heula.”(Sabari malingkeun sirah)
     Pas dina acara eta Iteung teh papanggih jeung si Ayanti, teras manehna duaan teh pa’adu omongeun,ku sabab Iteung datangna telat.
Ayanti              :”Ehem,ehem aya anu kabeurangan yeuh.”(Sabari ngadelekan Syahlacin)
Iteung              :”Enya urang telat kunaon kitu?”
Ayanti              :”Uhh..ceunah artis terkenal,eh geningan datangna kabeurangan,cangor maneh mah.”
Iteung              :”Heh,dangukeunnya urang teh telat lain pamalesan,tapi kusabab ti acara anu lain heula,you now?”
Ayant               :”Enya,enya,enya.Up to you lah!”(Sabari ninggalkeun iteung)
Iteung              :”Huuuuh,dasar jalma gelo.!”
     Isukannana, Hotts teh keur latihan sareng koreograferna,tapi Kabayan teu bener latihanana kusabab mikiran si Iteung wae, jabaning koreografer na teh super galak.
Koreografer      :”Hiji,dua,tilu mulai.”
Hotts               :(Latihan nari-nari,tapina si Kabayan henteu bener)
Koreografer      :”David,ari maneh kunaon meuni teu bener wae titadi.” (Sabari neggeul suku si Kabayan make mistar)
Kabayan            :”Hampura bu korek.”
Cenang              :”Koreografer lain korek.”
Nanang             :”Tumben maneh pinter.”
Koreografer      :”Ah,geuslah, sok mulai deui latihanana, buruu !”(Sabari ngangkat mistar)
Hotts               :”Enya bu..(Sabari mulai deui latihana)
    
     Pas tos rengse latihana,Kabayan patepang jeung si Ayanti.
Ayanti              :”Eh David ti mana ?”
Kabayan            :”Ti tempat latihan.”
Cenang              :”Adeuuyy,meuni David wae anu di tanya ari urang jeung si Nanang teu di tanya.”
Ayanti              :”Nya enya atuh sanajan nanyana ka David hungkul teu nanaon atuh da sarua.”
Nanang             :”Ayanti,teu bareng jeung si Anangka ?”
Ayanti              :”Teu ah da tos putus jeung si eta mah,ayeuna mah kuring jomblo.”
Cenang              :”Asiiiiiik,aya kasempatan keur kuring atuh…!,henteu heureuy ketang.”(Sabari seserian)
Kabayan            :”Eh…geus atuh ah, hayu urang balik, cape yeuh”
Nanang             :”Tah..he’euh bener, hayu atuh.”
Kabayan            :”Ti payun nya neng Ayanti.”
Ayanti              :”Enya.”(Sabari seuri isin)
     Ti saprak Ayanti panggih jeung si Kabayan , Ayanti teh langsung bogoh ka si kabayan.Teras Ayanti the ngadeukeutan wae si Kabayan, Syahlacin teh cemburu.Kumaha lanjutan caritana urang tinggal adegan ieunya.
Reporter          :”Ayanti,david.”(Sabari ngungudag Ayanti)
Ayanti              :”Punteunnya aya urusa naon?”
Reporter          :”Abdi si Reporter Risis Ripuh jeung Eksis,ngomong-ngomong Ceunah Ayanti jeung David the nuju caketnanya?”
Ayanti              :”Hmmm.”
Kabayan            :”Henteu abdi jeung Ayanti mah rencang cakeut hungkul .”
     Ujug-ujug Syahlacin datang.
Iteung              :”Bener,Ayanti jeung David teh ngan rerencangan hungkul.!”
Ayanti              :”Naon Syahlacin pipilueun wae ? Nya salah maneh oge teu narima david ti baheula.”
Kabayan            :”Geus-geus tong ribut, Ayanti ku abdi anteurkeun uih urang nunggu di mobilnya.”
     Saentos si Kabayan angkat  Ayanti megat Iteung teras ngabisikeun hiji hal.
Ayanti              :”Heh syahlacin kadieu.”(Sabari narik leungeun si Iteung)
Iteung              :”Ihh tong narik-narik leungeun syahlacin atuh. Oh My God aya naon sih? Meuni siga aya sesuatunya.”
Ayanti              :”Hehehe,ayeuna David mah aya di leungeun kuring.”(Sabari seuri sinis)
Iteung              :”Mana si David ? eweuh di lengeun didinya..”
Ayanti              :”Heu maneh mah ongkoh artis terkenal,tapi anu kitu ge teu ngarti eta teh paribahasa, maksadna teh si David keur dekeut ka urang, teu bogoh deui ka maneh.”
Iteung              :”Heh tong sok nya janten jalma teh, rek kumaha oge David mah tetep bogoh ka Syahlacin salami-lamina, tos nya abdi pan artis terkenal, jool sibuk kudu indit deui ka acara salanjutna.
     Sanggeus kajadian eta teh Kabayan langsung nelepon Syahlacin dina telepon teh Kabayan ngomel-ngomel ka Syahlacin.
Iteung              :”Halo..aya naon Kabayan ?Tumben nelpon ka urang?”
Kabayan            :”Ai maneh teh kunaon? Ngomel-ngomel ka Ayanti? Cemburunya?” (Raray kapedean)
Iteung              :”astagfirulohnya meuni ge’er pisan maneh the,keur naon urang cemburu ka ayanti pan urang jeung ayanti geulisan urang.”(Raray narsis)
Kabayan            :”Ikh,meni so pisan.”(Sabari nutup telepon)
     Sanggeus Kabayan nutup telepon Syahlacin teh nyadar lamun manehna teh masih bogoh ka Kabayan.Teras isukana Syahlacin boga inisiatif nyemperkeun Kabayan sabari rek menta maaf.
Syahlacin          :”Punteun Kabayan…”(Suara anu lembut)
Kabayan            :”Aya naon?”(Raray sarius)
Iteung              :”Urang rek menta maaf nya ka maneh,enya urang jujur yeuh,urang sabenerna bogoh keneh ka maneh.”
Kabayan            :”Hmmm,bener eta teh,ahh maneh mah ngabohong.”
Iteung              :”Bener,da urang teh sabenerna Iteung punteun urang teu ngaku,kusabab Iteung isin ka infotaiment,punteun nya Kabayan.”
Kabayan            :”Tah ieu kakara iteung anu kang Kabayan kenal.Teras rencana Iteung bade naon ka dieu?”
Iteung              :”Iteung mutuskeun rek ngiring kang Kabayan ka Kampung.”
      Di tukangeun manehna aya Ayanti anu ngadangukeun manehna dua’an ngawengkong.Ayanti ngarasa sedih teras mutuskeun angkat ka luar kota.
Ayanti         :”Aww.”(Sabari nabrak Cenang)
Nanang        :”Ari maneh nakunaon nabrak kuring,tuh pan buuk kuring acak-acakan.”
Ayanti         :”Ah,awas maneh banci.”(Sabari ninggalkeun Cenang jeung Nanang)
Cenang         :”Ihh,meuni kaktus pisan.”
Nanang        :”Salah ari maneh lain kaktus,ketus kuya..!”
Cenang         :”Oh enya-enya.”
     Isukna,Iteung ngiring mulang ka desa teu puguh jeung si kabayan,Kabayan,Iteung jeung sobat-sobatna mutuskeun ninggalkeun dunia hiburan.Akhirna mah kahirupan di desa balik deui siga baheula.
ITEUNG SARENG KABAYAN TEH HIRUP BAHAGIA


“TAMAT’’

sumber :

Biografi pahlawan dari jawa barat (otto iskandar dinata) dalam bahasa sunda


Biografi pahlawan dari jawa barat (otto iskandar dinata) dalam bahasa sunda

OTTO ISKANDAR DINATA

Awal Kahirupan
Oto Iskandar di Nata dibabarkeun dina tanggal 31 Maret 1897 diBojongsoang,KabupatenBandung.Ramana Oto katurunan bangsawan Sunda nu namina Nataatmadja. Oto anak katilutina salapan dulur.Oto sakola dasarna diHollandsch-Inlandsche School(HIS) Bandung, diteruskeun jeung diKweekschool Onderbouw(Sakola Guru Bagean Kahiji) Bandung, jeung di Hogere Kweekschool(Sekolah Guru Atas) diPurworejo,Jawa Tengah.Sanggeus beres sakola, Oto jadi guru HIS diBanjarnegara,Jawa Tengah.Bulan Juli 1920, Oto pindah ka Bandung terus ngajar di HISbersubsidi jeung perkumpulan Perguruan Rakyat.

Pra kamerdekaan
Dina kegiatan gerakanna di waktu saacan kamerdekaan, Oto pernah ngajabat Wakil KetuaBudi Utomocabang Bandung dina periode1921-1924,sarta jeung jadi Wakil Ketua Budi Utomocabang Pekalongan tahun 1924. Waktu harita, anjeunna jadi anggota Gemeenteraad ("DewanKota") Pekalongan ngawakilan Budi Utomo.Oto oge aktif dina organisasi budaya Sundaanu ngaranna Paguyuban Pasundan. Anjeunna jadi Sekretaris Pengurus Besar taun1928,jeung jadi ketuana dina periode1929-1942. Organisasi eta mancen dina widang pendidikan, sosial-budaya, politik, ekonomi, kepemudaan, jeung pemberdayaan perempuan.Oto oge jadi anggotaVolksraad("Dewan Rakyat", samisal DPR) nu dibentuk dina mangsaHindiaBelandaperiode1930-1941. Dinamangsa jajahan Jepang,Oto jadi Pemimpin surat kabarTjahaja(1942-1945). Anjeunnaterus jadi anggotaBPUPKI jeungPPKInu dibentuk ku pamarentah pendudukan Jepang sebagailembaga-lembaga anu ngabantu persiapan kemerdekaan Indonesia.
Pasca kemerdekaan
Sanggeus proklamasi kemerdekaan, Oto ngajabat jadiMenteri NegaradinakabinetanumimitiRepublik Indonesia taun 1945. Anjeunna mancen tugas nyiapkeun dibentuknaBKRtinalaskar-laskar rahayat anu nyebar di saantero Indonesia. Dina ngalaksanakeun tugasna, Otodiperkirakeun geus nimbulkeun rasa teu puas dina salah sahiji laskar eta. Anjeunna jadi korbanpenculikan sakelompok jalma nu ngaranna
Laskar Hitam , teupikeun akhirna leungit jeungdiperkirakeun dibunuh di daerahBanten.

 
Pahlawan nasional
Oto Iskandar di Nata diangkat jadi Pahlawan Nasional berdasarkeu Surat Keputusan PresidenRepublik Indonesia No. 088/TK/Taun 1973, tanggal 6 November 1973. Salah sahiji monumenperjuangan Bandung Utara diLembang,Bandunganu ngaranna "Monumen Pasir Pahlawan"didirikeun keur ngabadikeun perjuanganana.Ngaran Oto Iskandar di Nata oge diabadikeun jadi ngaran jalan di sabeberaha kota di Indonesia.

 jajak Oto Dina PETA
Sok jadi pertanyaan, kunaon Oto Iskandar di Nata teu dianggap jadi salah sahiji pendiri TNI? Padahal ampir sakabeh pagawean Oto dina era Jepang jeung sangeus kamerdekaan sok ngahiji jeung urusanprajurit.Oto teu pernah aya urusan langsung jeung teknis kemiliteran, tapi aktif ngabantu di luar hal eta.Perbandingana sarua jeung posisinya jadi direktur Sipatahoenan jeung Tjahaja, tapi sacara resmianjeunna teu pernah diakui jadi tokoh pers nasional. Nu diakuna jadi tokoh pers nyaeta para mantanpemred dua harian eta. Soal peran salah sahiji tokoh dina perjuangan eta nu akhirnya memang balikdeui ka tafsir sejarawan.Basa surat Gatot ditarima sacara hade ku Saiko Sikikan, samisal tokoh-tokoh lainna, Oto (7/10/43)ngirimkeu n surat dukungan. "…
yen nu ngananda tangan sadia lahir batin keur digunakeun keur PasukanSukarela eta ...", kitu antara lain ditulis Oto dina suratnya. Yen pendidikan calon Peta nyaeta urusanpenguasa militer Jepang, maka Oto jeung tokoh-tokoh laina ngadirikeun hiji badan pendamping samisallembaga sipil keur ngadukung kapentingan prajurit.


Surat keterangan hibah

SURAT KETERANGAN HIBAH

Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama :…………………………………..
Jenis Kelamin :…………………………………..
Tempat Tanggal Lahir :…………………………………..
Pekerjaan :…………………………………..
No. KTP :…………………………………..
Alamat :…………………………………..
…………………………………..

Selanjutnya disebut sebagai Pemberi Hibah atau Pihak Pertama.

Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama :…………………………………..
Jenis Kelamin :…………………………………..
Tempat Tanggal Lahir :…………………………………..
Pekerjaan :…………………………………..
No. KTP :…………………………………..
Alamat :…………………………………..
…………………………………..

Selanjutnya Disebut sebagai Penerima Hibah atau Pihak Kedua.

Bahwa dengan ini saya melepaskan Tanah Hak Milik saya seluas………………….. yang terletak di………………………………………………………………………………………………………. dan menyerahkan kepada Penerima Hibah atau Pihak Kedua yang akan digunakan untuk ……………………………………………………………………………………………………………
Adapun batas-batas tanah tersebut sebagai berikut :
1. Sebelah Utara :…………………………………..
2. Sebelah Selatan :…………………………………..
3. Sebelah Timur :…………………………………..
4. Sebelah Barat :…………………………………..

Demikian surat  Pelepasan Hak milik Tanah ini dibuat dengan sebenar-benarnya dalam keadaan sehat jasmani dan rohani serta tanpa ada paksaan dan atau tekanan dari pihak manapun juga. Dan apabila dikemudian hari ada gugatan dari ahli waris saya, maka sepenuhnya saya bertanggung jawab.

                                                                                      …………….,……………………
      Penerima Hibah (Pihak Ke II)                                                   Pemberi Hibah (Pihak Ke I)



……………………….                                                              ……………………….


Saksi-Saksi
1. ……………… (……………....)

2. ……………… (……………....)

3. ……………… (……………....)

4. ……………… (……………....)

5. ……………… (……………....)

6. ……………… (……………....)

Drama bahasa sunda untuk 6 orang pemain

Drama bahasa sunda untuk 6 orang pemain

NYADAR KARENA HUKUM

Tokoh :
1.      Dadan
2.      Didin
3.      Dudun
4.      Km
5.      Guru bp
6.      Pak udin

Dina hiji poe hirup 3 dudulran. Maranehna teh sakolah babarengan, jeung dei maranehna the sakelas. Anu naramina nyaeta Dadan, idin sareng Dudun. Maranehnateh murid pang badungna di kelas.
Dina hiji poe di jero kelas, maranehna keur di ajar di jero kelas. Tapi guruna teu asup.

(di jero kelas)
Dudun             :    dan, din bosen yeuh di kelas, mungpung euweuh guruna urang pada bolosweh yuk !
Dadan             :    jeeeehhh..... urang mah hayuh wae,  tanya weh tuh kasi didin !  daekkeun  teu ?
Didin               :    dih, piraku urang saminggu rek bolos wae !
Dadan             :    hayu din, kagok lah sapoe dei, isukan pere iyeuh !
Dudun             :    tah heueuh, bener isukan pere iyeuh !
Didin               :    hayulah hayu !


Tuluy maranehna sipa-siap rek mangkat bolos tapi di tegor ku km !
Km                  :    heh, maraneh rek mangkat kamarana ?
dadan              :    naon maneh? Kumaha urang weh, urang rek kamana ke ! lain urusan maneh !
Dudun             :    awas siah lamun maneh bebeja ka guru, lamun bebeja maneh moal aman di kelas !
Dadan dudun :    bener !

Tulu maranehna marangkat bari geus di caram ge ! tapi km boga pikiran rek di bejakeun tah barudak tteh ka guru bp.

Km                  :    ku urang bejakeun weh ah, dari pada beuki badeg wae barudak teh !

Km terus mangkat ka ruang bp, kabeneran di guru bp kkeur aya di ruanganna .

(di ruang bp)
Km                  :    assaamualaikum !
Guru bp           :    waalaikumsallam ! mangga asup
Km                  :    nuhun pak !
Guru bp           :    mannnga calik jang ! aya naon !
Km                  :    kieu pak, di kelas simkuring tek aya barudak anu baradung pisan, maranehna bbolos wae, cikeneh ge maranehna kaluar pak bolos. Da pedah teu aya guruna.
Guru bp           :    saha, di kelas mana !
Km                  :    ti kelas 9z pak nyaeta dadan, didin, sareng dudun pak !
Guru bp           :    het budak eta dei !
Km                  :    muhun pak !
Guru bp           :    nya entos nuhun laporanna, ke rek di urus weh ku bapak !
Km                  :    owh..nuhun atuh pak !
Guru bp           :    muhun jang !
Km                  :    assalamualaikum pak !
Guru bp           :    waalaikum salam....!!



Dijalan rek bolos, maranehna neangan tempat sakeur bolos.

(DIJALAN REK BOLOS)
Dudun             :    Dan, Din urang bolos kamana yeuh !
Dadan             :    kumaha lamun ka tempat bilyard!
Dudun             :    urang mah hayu ! kumaha din !
Didin               :    hayulah!(bari kapaksa)
Dudun             :    dih nyantaiweh moal kanyahoan iyeuh didinyamah ! bawa santai weh poe ayeunamah !
Dadan             :    hayu urang mangkat, cbut bray !

 Tuluy maranehna teh marangkat ka tempat anu di tuju nyaeta tempat bilyar tea. Pas poe senenna te maranehna asup sakola dei, tuluy km merebeja ka maranehna yen maranehnateh di pannggil kku guru BP !

(di kelas)
Km                  :    dadan, didin, dudun. Maneh titah ka ruang bp !
Dudun             :    emang urang aya masalah naon jeung guru bp ?
km                   :    kadi tu weh lamun teu percaya mah !
Didin               :    nu bener maneh !
Km                  :    bener, lamun teu kaditu ke maneh di kaluarkeun ti sakola !
Dadan             :    maneh bebejanya kamri uurang barolos !
Km                  :    emang lamun heueuh kunaon ?
Dudun             :    maneh geus wani kaarurang ?
Dadan             :    bray dari pada urang di kaluarkeuh, hayu weh uurang pada kaditu.
Didin               :    bener dan, hayu weh urang pada kaditu !
Dudun             :    hayulah hayu !
Dadan             :    awas siahhhh...!!!!


Tuluy maranehnateh mangkat ka ruang BP. Bari maranehna ge sieuneun.
(diruang bp)
Dadan             :    assalamualaikum !
Guru bp           :    waalaiikuum salam, arasup maneh !
Didin               :    aya naon yeuh pa abdi sadaya di ppiwarang kadieu !
Guru bp           :    maneh nu ngarana DADAN, DIDIN, jeung DUDUN lain ?
3an                  :    muhun pak !
Guru bp           :    maneh barolos wae nya?
3an                  :    heunteu pak !
Guru Bp          :    nu bener maneh ! aya laporanna yeuh !
Dadan             :    nya muhun pak, arurang emang sok bolos, tapi abdimah tara ngajakan pak!
Guru bp           :    ah...ayeunamah tong silih salah keun, tos loba bukti jeung laporana da !,  yeuh surat berekeun ka kolot maneh, pokona isukan maneh kudu datang jeung kolot maneh.
Dudun             :    nya entos atuh pak, abdi tiluan menta hampura weh pak ! janji moal kitu dei !
Guru bp           :    geu ulah loba omong, kaluar weh geura, tong poho isukan !
Dadan             :    nya pak, assalamu alikum pak ? (bari salim3an)


Enjingna,  pas maranehna di jero kelas, maranehna di pangggil ka ruangan guru bp, da kolotna datang !

(diruang bp)
Dadan             :    assalamualaikum !
Guru bp           :    waalaikumsalam, asup !
Guru bp           :    punten pak ! bapak wali ti saha !
 Pak Udin        :    owhh...kieu yeuh pak, maranehna teh duduluran abdi, kabenerean bapakna si dudun jeung si deden ramana tos almarhum ! jadi abdi ngawalian budak ttiluuan, ngmong-ngomong aya naon yeuh pak !

Guru bp           :    kieu pak, maranehna tiluan tara asup sakola, tos saminggu maranehna bolos wae !
Pak Udin         :    nu bener pak, da unggal poe mah mranehna teh sok mangkatt wae ti bumimah !
Guru bp           :    abdi ngagaduhan laporan ti budak osis sareng kmna yen manehnateh ceunah sok bolos di tempat bilyard !
Pak udin          :    nu bener maneh dan !
Dadan             :    eeee.....nya pak ! hampuraweh pak !
Pak udin          :    astagfirullan, maneh tos di bayaran mmal-mahal sakola didieu, tapi sikap maneh ayeuna kieu ! bapak teh teu hanyang manneh kos bapak, Cuma jadi kuli pabrik !
Dadan             :    NYA HAMPURA WEH NYA PAK !
Pak udin          :    Tah ayeunamah simkuring serah keun weh ka bapak ! bade di kumaha keun yeuh pak !
Guru bp           :    kieu yeuh pak, abdi sareng gguru atos nggarundingkeu yen iyeu budak tiluan teh rk di DO wae ti sakola iyeu !
3an                  :    pak, beri keringanan atuh pak!
Dadan             :    abdi janji bade ngarubah sikap abdi !
Guru bp           :    bener maneh jannji
Dadan             :    demi allah pak abdi bade nagrubah sikap !
Guru bp           :    nya entos atuh pak, ayeunamah kieu weh iyeu budak tiluan teu jadi di do tapi iyeu budak bade di skor weh saminngu teu meunag sakola heula !
Pak udin          :    nya nuhun atuh pak !
Guru bp           :    nuhun tos datang pak !
Pak udin          :    nya sami’’ pah, hampurakeun anak abdi pak, assalamualaikum !
Guru bp           :    waalaikum sallam :


Tuluy senggeus maranehna di skor maranehna asup dei ka kelas 9z rek nyokot tas da rek balik jeung bapkna si dadan.

(nyokot tas di kelas)
Km                  :    yih rek kamarana dei maneh !
Dadan             :    simkuring di skor m !
Km                  :    tah ceuk urangge jadi budak tong sok badeg geh, tong sok bolos wae !
Didin               :    hamppuranya m !


Maranehna teh senggeus di skor saminngu asup dei ka sakola, tapi ayeunamah maranehna geus saladar. Tara barolos dei.

sumber :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...